There is no trap so deadly as the trap you set for yourself

trap-you-set-for-yourself

Sebagai programmer, pasti banyak hal-hal introvert yang menyusahkan kerjaan kita…khususnya adalah meragukan diri sendiri. Kita seringkali terkungkung pada pendapat bahwa kita tidak lebih baik dari orang lain. Apalagi klo kita membandingkan dengan perusahaan keren seperti Google, dimana orang-orangnya pastilah jago coding. Seperti membandingkan antara bumi dan langit.

Apa sih untungnya membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Mungkin cuma stress yang dihasilkan dari situ. Pencapaian orang lain, membuat kita menjadi iri hati. Iri hati adalah penyakit hati, karena dengan iri hati maka kita ingin menghancurkan orang lain, mengalahkan orang lain.

Menurut Raymond Chandler, “There is no trap so deadly as the trap you set for yourself” – yang berarti tidak ada perangkap yang lebih mematikan ketimbang perangkap yang dibuat untuk diri sendiri.

Perangkap-perangkap ini, membuat kita lebih lemah…ketimbang perangkap yang dibuat oleh orang lain. Perangkap orang lain, bisa jadi lebih mudah dilihat dan dijinakkan, ketimbang perangkap diri sendiri. Seperti banyak orang bilang, lebih sulit mengalahkan diri sendiri daripada mengalahkan orang lain.

Mengalahkan orang lain adalah mudah, caranya adalah dengan melucuti senjata musuh sehingga hanya kita yang punya senjata. Tapi proses “melucuti” itu tidaklah mudah dan gampang ditiru. Berikut adalah ilustrasi video yang menjelaskan hal tersebut:

Mark: How did you do that? How did he do that? Was that a trick?

Lancelot: No. No trick. It’s the way I fight.

Mark: Could I do it? Tell me. I can learn.

Lancelot: You have to study your opponent, how he moves, so you know what he’s going to do before he does it.

Mark: I can do that.

Lancelot: You have to know that one moment in one fight, when you win or lose. And you have to know how to wait for it.

Mark: I can do that.

Lancelot: And you have to not care whether you live or die.

Mark: (stunned silence)

Secara mendasar, untuk menang, ada beberapa point:

  1. Pastikan Anda memiliki gaya bertarung yang unik. Tidak ada satu orangpun yang sama, jadi pastikan Anda mengetahui kelemahan dan kekuatan pada diri Anda.
  2. Belajar untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan lawan. Jadi Anda bisa memprediksi bagaimana cara bertahan dan menyerang.
  3. Harus sabar untuk menunggu peluang, dan mempersiapkan diri matang-matang. Kemenangan akan terjadi saat peluang dan persiapan bertemu.
  4. Tidak peduli pada hasil akhir.

Yang paling berat adalah point ke 4, dimana kita seringkali fokus pada hadiah yang akan disajikan di akhir. Hadiah memang memotivasi, tapi untuk bisa bertahan dalam pertarungan panjang, maka hadiah tidak lagi menjadi reward yang menggerakkan, tapi fokuslah pada mekanisme sekarang.

Fokus pada mekanisme, bukan strategi ataupun konsep. Lakukan to-do list dan lupakan sejenak masa depan. Fokus pada masa ini, sekarang, detik ini.

Natalie Coughlin dalam satu interview juga menyebutkan bahwa untuk memenangkan pertandingan renang, yang harus dilakukan bukanlah menyibukkan diri untuk melepaskan diri dari dunia. Tahulah bila atlit berlatih berenang, harus meluangkan waktu hingga 5-6 jam perhari di kolam renang. Bagaimana bila bosan?

Cara untuk menang adalah dengan fokus pada mekanisme berenang, bagaimana untuk membuatnya lebih efisien, efektif sehingga setiap waktu selalu berkembang…bukan malah membawa hiburan seperti musik ke kolam renang untuk mengalihkan perhatian.

Sweat the small things.

Nggak ada yang menarik.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.