Selingkuh Ke Lain Hati

Margi-sama
Image via Wikipedia

Setelah menjalani berbagai macam cobaan dan siksaan (Ngetes Performance di Hosting Murah) yang menimpa nasib bayi malang ini (baca: masjemmy.com), maka akhirnya aku mutusin selingkuh ke lain hati alias pindah hosting. Sama layaknya memilih pacar, memilih hosting pun nggak jauh beda.

Dari hosting yang mengklaim dirinya murah (wah awas barang murahan!), sampe yang harganya selangit pun ada. Pertama sih aku milih hosting reseller di resellerzoom.com karena murahnya (cuman $6.95 / bulan). Tapi sialnya, ada masalah lagi.

Mulai dari pembayaran hosting yang nggak jelas formnya, sampai harus nunggu 5 hari nggak aktif-aktif accountnya. Email ke billing udah sih, tapi tetep aja nggak bagus tanggepannya. Cuman disuruh nunggu sampai kantor buka. FYI, resellerzoom hanya buka jam 9-6 CST (bukan WIB lho). Nah, praktisnya, waktu ngirim email pun yang jagain server juga masih bobo nyenyak di rumah 😀

Karena nggak kunjung ada kejelasan mengenai prihal status hubungan saya sama dirinya (resellerzoom), maka dengan termehek-meheknya aku kirim sms email kembali ke billing minta refund (secara, salah sendiri garansi 30 hari uang kembali!).

Ga lama, akhirnya dibales juga sama si support. Katanya mereka sendiri ngga tau kenapa kok blom dibikinin accountku (lho?) trus kalo masih mau hosting disana, dikasih gratis 1 bulan. Wah! Rejeki nomplok? Nggak juga. Dengan santainya aku pun menolak dengan alasan nggak mau nunggu-nunggu lagi. Dah males dee, intinya: please give my money back!

Dengan bekal tanya ke sana-sini, akhirnya dapet referensi dari masbuchin sama konconebudi secara mereka dah senior di dunia penginternetan 😀 Referensi ini akhirnya membawaku ke situs hostgator.com. Cuman $0.01 lho satu bulan pertama. Tergiur dengan fasilitas dan rayuan manis para senior SEO, akhirnya aku pun selingkuh ke lain hati. Sayangnya juga nggak semulus yang dibayangkan. Karena masalah timeout hosting dijaminmurah yang nggak kunjung beres, mengakibatkan proses backup selalu putus di tengah jalan.

Support Hostgator sendiri pun sudah menyerah.

Katanya dah bikin backup 2x, tapi selalu error. Duh si dijaminmurah ini. Susahnya selingkuh. Akhirnya, dengan berbekal pengetahuan seadanya, aku backup sendiri file database dan file secara terpisah. Upload file ke ftp lewat FileZilla (iya…I know it sucks but I can live with that :p). Di cpanel, bikin blog wordpress lalu tinggal import lewat phpMyAdmin database yang lama. Beres dah.