Prediksi Gempa Bumi Padang Sumbar

Gempa bumi di Padang, Sumatera Barat kemaren rupanya juga dirasakan oleh Masyarakat Singapura, tidak cuma di Indonesia saja. Prediksi gempa rupanya belum optimal karena mengandalkan histori gempa bumi dan perkiraan statistik dengan metode yang kabarnya masih belum dapat mengetahui besar gempa yang akan terjadi serta pusat gempa bumi.

Bencana alam memang terjadi atas kelalaian manusia, tapi dengan adanya teknologi terkini, resiko seharusnya dapat ditekan seminimal mungkin. Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu, Google akan segera mengupdate search enginenya sehingga dapat merekam real-time data, sehingga implementasi peringatan dini untuk gempa dapat dilakukan.

Setelah Ramadhan 2009 kemarin, rupanya Google diam-diam melakukan update SERP dan minor PR update, khususnya untuk di Indonesia. Rupanya nggak sedikit webmaster yang mengeluhkan bahwa SERP situsnya berantakan akibat update Lebaran (Caffeine?). Spekulan-spekulan “SEO” rupanya disinyalir ikut berperan dalam mengacak-acak hasil SERP tersebut dengan langkah spamming.

Real-time search yang didengungkan disinyalir akan mengambil data dari microblogging seperti twitter, facebook, dan social media lainnya. Laporan-laporan di twitter akan semakin meramaikan dan mempengaruhi penilaian search engine dalam menentukan rangking, dan khususnya untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi bencana alam yang tidak dapat diprediksi. Data-data tersebut dapat digunakan untuk melaporkan hasil penemuan pusat gempa sebelum gempa terjadi, atau bahkan memperingatkan lingkungan sekitar gempa akan potensi gempa atau badai tsunami. Namun demikian, masih perlu adanya riset tersendiri untuk menentukan otoritas akun, dan sudah dapat dipastikan akun-akun yang dianggap memiliki otoritas semacam New York Times, CNN, dsb akan diberikan porsi besar dibandingkan lainnya, seperti halnya Wikipedia di masa lalu.

Kalau bencana alam tidak bisa diprediksi, minimal dapat dikurangi resikonya.

Posting Menarik Lainnya:

  1. Penampakan UFO di Jakarta Palsu
  2. Update Algoritma Google? Sandbox Lagi!

Leave a Reply