PBN Sebagai Dummy Blog

private-property

SEO memang makin lama makin banyak yang dikerjain dan makin ribet. Duit juga makin besar karena variasi juga makin banyak. Contohnya adalah PBN (Private Blog Network). Istilah lamanya sih Dummy Blog, tapi mulai tenar lagi karena “katanya” efektif lagi. Mungkin dulu nggak efektif untuk menaikkan SERP di kancah pencarian Google? Entahlah.

Private Blog Network

Private Blog Network ini adalah kumpulan blog dengan IP yang berbeda-beda, tujuannya untuk menguatkan money site alias situs utama kita sehingga harapannya mendapatkan posisi untuk kata kunci yang ditargetkan lebih tinggi di SERP. Anda bisa menggunakan Rank Tracker untuk melihat history ranking pencarian. Karena membutuhkan SEO hosting dan domain expired, agak lama untuk mencarinya dan butuh modal yang tidak sedikit dibandingkan bila kita menggunakan hosting yang sama untuk setiap domain yang akan digunakan dalam PBN ini.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan PBN ini adalah:

  1. Cek PA (Page Authority) dan DA (Domain Authority). Ini sangat penting untuk memastikan bahwa domain yang kita beli adalah benar-benar berkualitas. Nggak lucu donk klo kita udah keluar dana yang tidak sedikit untuk membeli domain tersebut tapi akhirnya tidak terpakai hanya gara-gara domain tersebut tidak berkualitas. Menurut saya, PA lebih penting ketimbang DA. Mungkin Anda berpikiran beda…sah-sah aja. Saya biasa mencari PA lebih dari 30, tapi dibawah itu juga tidak masalah asal kualitas yang lain juga memenuhi syarat.
  2. Cek Domain Age. Paling tidak domain yang kita targetkan adalah memiliki umur diatas 1 tahun, walau tidak mungkin juga Anda bisa beli website yang sudah jadi tanpa harus membeli expired domains.
  3. Cek TF (Trust Flow) dan CF (Citation Flow). Ini dimaksudkan untuk mengerti bagaimana kualitas backlink yang ada.  Makin banyak backlink dan CF yang besar, makin bagus. Saya biasanya mencari TF dan CF diatas 15.
  4. Cek Backlink. Anda bisa menggunakan Majestic SEO untuk melihat gambaran backlink yang ada. Spam backlink umumnya akan sulit diindex kembali, jadi carilah yang memiliki profile backlink yang baik.
  5. Cek History. Dengan menggunakan web archive, Anda bisa melihat penggunaan domain dari tahun ke tahun sehingga bisa memastikan konten apa yang perlu Anda gunakan dalam web tersebut setelah Anda beli.

Ada dua cara untuk mencari domain untuk digunakan dalam PBN ini:

  1. Gratis: Cari di marketplace atau situs expired domain. Saya lebih menyenangi marketplace, tapi agak lebih lama mencarinya dibandingkan dengan situs-situs expired domain. Situs expired domains seringkali harus berebut karena mudahnya melihat secara langsung umur, backlink, PR dan sebagainya.
  2. Bayar: Anda bisa mencari di Fiverr. Banyak layanan yang ada, tapi lebih baik carilah yang high dan recommended dengan hanya 1 domain. Biasanya ini lebih baik ketimbang service dengan banyak domain yang dicari.

Dummy Blog

Dummy Blog beberapa tahun belakangan masih tetap dengan esensinya sebagai penguat gratisan dengan menggunakan cepot atau situs blog gratisan lainnya berbasis WordPress maupun bukan. Karena gratis, motivasi untuk menulis seringkali hilang karena merasa tidak ada gunanya untuk menulis pada blog yang tidak memiliki earning dan tidak memiliki traffic seperti blog ini, walau emang dimaksudkan cuma untuk sharing masalah Internet Marketing dan bisnis secara umum tanpa harus punya traffic dan earning. Intinya, buat seneng-seneng aja. Syukur ada yang membaca, syukur juga klo nggak…yang penting backlink nancep aja hehehe.

Sama halnya dengan domain berbayar, dummy blog juga dapat digunakan untuk berputar-putar backlink. Katanya yang lebih bagus adalah dengan menggunakan skema diagram open loop, artinya blog yang terakhir tidak dikoneksikan ke blog awal sehingga terkesan bisa mengelabuhi search engine. Efektivitasnya? Saya belum tahu karena sudah lama tidak bermain SEO.

Tapi yang pasti, update blog itu hal yang sangat membosankan dan tidak menyenangkan. Entah mengapa harus kembali lagi bermain SEO lagi. Mungkin sudah waktunya kembali lagi untuk update blog walau dengan tujuan yang berbeda. Klo dulu hanya untuk mendapatkan earning yang melimpah dari PPC, sekarang lebih ke penguatan blog-blog utama yang lainnya.

Demikianlah sekelumit cuap-cuap mengenai blog dummy dan private blog network, semoga pembaca memiliki gambaran bagaimana keduanya bekerja untuk menguatkan situs utama Anda.

Posting Menarik Lainnya:

  1. Larangan Dummy Blog di WordPress.Com
  2. Check Google Pagerank Blog Anda

Comments are closed.