Lorenzo vs Rossi

lorenzo-vs-rossi

Banyak orang yang mengagumi satu atau dua dari pembalap ini: Lorenzo vs Rossi. Sudah tidak bisa disangkal lagi bahwa Lorenzo yang menang, dan Rossi kalah. Walau di posisi 1 dan 2, tetap saja klo no 1 dinamai pemenang, dan no 2 dinamai pecundang. Tidak ada yang terlahir sebagai pecundang, karenanya kalau sampai ikut balapan, maka label itu akan ada. Di bisnis, tidaklah sama dengan balapan, walau seringkali orang suka membandingkan antara bisnis dengan sport.

Sport, ada menang kalah, sedangkan bisnis, tidak ada menang kalah. Ketika dimasukkan ke dalam leaderboard baru ada label menang kalah. Dalam sport, yang diuji adalah skill. Kita bisa meningkatkan skill, contohnya seperti otot. Otot bisa dilatih menjadi lebih kuat, lebih besar dan lebih perkasa. Semakin lama berlatih, maka semakin hebat pula perkembangannya. Sport bisa diibaratkan mengikuti deterministik, dimana ada peluang hal yang pasti bisa terjadi.

Berbeda dengan bisnis, semakin kita meningkatkan skill, tidak serta merta meningkatkan peluang sukses. Hanya saja kita bisa lebih banyak menaruh taruhan dalam keranjang, walau hasilnya masing-masing adalah independen dan tidak berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Bisnis, tidak bisa mengikuti deterministik, tapi adalah random.

Sport, itu mirip dengan judi. Kita bisa tau seberapa peluang yang bisa kita harapkan. Dalam sport, yang paling berperan adalah skill, sedangkan judi, yang lebih berperan adalah peluang yang pasti. Peluang yang deterministik.

Bisnis, lebih banyak bersifat random dimana keberuntungan adalah yang paling berperan. Tidak heran kalau tidak banyak orang yang tahan dengan bisnis di tahun pertama karena kebanyakan orang tidak akan bertahan dengan ketiadaan hasil walaupun sudah mengikuti metode yang “terbukti works”

Metode hanyalah ilusi, untuk memberikan harapan.

Sedangkan harapan sendiri dalam bisnis adalah palsu. Kita tidak bisa mengharapkan apapun dalam bisnis, karena itu terkait dengan rejeki. Kita bisa berharap mendapatkan uang $1000 walau kenyataannya hanya mendapatkan $100

Walau demikian, ilusi itu adalah penting untuk bisa terus maju. Bisnis perlu ilusi, perlu harapan untuk bisa bertahan di dunia yang tidak bisa diprediksi. Hanya Tuhan yang tau bagaimana dunia ini bekerja, manusia hanya mencari cara supaya bisa menjustifikasi bagaimana sebenarnya dunia ini bekerja. Karena itu metode bisnis ada banyak, karena masing-masing punya cara sendiri tergantung dari skillnya. Sedangkan peluang, hanyalah satu aspek yang seringkali diabaikan oleh manusia untuk mencapai tujuannya.

Nggak ada yang menarik.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.