Laporan Riset Keyword dengan NicheBot – WordTracker Keywords Tool

,

sliceyearofstats
Image by Adam “Slice” Kuban via Flickr

Kemarin, saya mencoba riset keyword dengan menggunakan NicheBot, khususnya untuk WordTracker Keywords Tool. Dengan menggunakan tool ini, kita dapat melihat search volume, competition, KEI, dan Ratio. Sekedar informasi, database WordTracker berdasarkan search engine MetaCrawler dan DogPile, yang biasanya dipakai oleh Google juga. Bedanya WordTracker hanya berisi database yang dikumpulkan selama 100 hari, sedangkan Google bisa mencapai 365 hari.

Dengan menggunakan WordTracker, berarti hanya bisa one-time opportunity saja, dan tidak dapat mendeteksi trend yang ada. Saya tertarik menggunakan WordTracker Keywords Tool karena kesederhanaannya, result yang ditampilkan juga hanya sedikit dan langsung menuju kepada keyword-keyword yang low competition tapi ratio yang bagus sehingga memudahkan pengguna untuk langsung melihat keyword mana yang dapat digunakan. Disini, NicheBot juga menyertakan term Jackpot sebagai decission supportnya. Singkat kata, tool ini cocok untuk pemula.

Nah, berkenaan dengan jackpot ini, maka saya coba-coba mengimplementasikan keyword-keyword Jackpot di beberapa blog saya.

Hasilnya:  MENGECEWAKAN.

Anehnya, setelah terindex di Google, malah nggak ranking sama sekali! Bah, masa pakai keyword tool malah nggak bagus?

Saya coba analisa, apa yang salah ya…Memang keyword Jackpot ini nggak ada yang salah, low competition (malah nggak ada competition) dan ratio yang bagus. Secara statistik keyword ini sempurna. Artinya, ranking yang mudah.

Coba sisihkan teori dulu deh. Keyword yang saya pakai untuk coba-coba memang sangat saturated (sengaja buat ngetes, soalnya saya sendiri kesulitan mendapatkan ranking yang baik di Google untuk keyword-keyword ini, mumpung ada tool murah hehehe). Keyword yang saya coba adalah mengenai gadget, travel, mp3, dan bisnis. Sudah bisa dilihat kan, semuanya saturated, kecuali mungkin bisnis yang masih terlalu general. Mungkin karena ini keyword jackpot yang bisnis bisa mendapat ranking yang lumayan (halaman #1, no #1 pula).

Walaupun keyword jackpot mungkin long tail (bahkan lebih dari 4 kata), namun tidak menutup kemungkinan bahwa keyword tersebut bisa susah ranking. Saya juga kebingungan kenapa kok keyword tersebut susah ranking di Google. Dugaan saya yang paling kuat adalah telah masuknya universal search ke sistem SERP Google. Ini terbukti dari hasil test keyword travel yang saya terapkan di salah satu blog saya (yang notabene masih baru dan belum ada otoritas apa-apa), di halaman 1 semuanya memang memiliki otoritas, umur, dan brand yang jauh lebih besar daripada blog saya.

Kesimpulan dari saya: Keyword Jackpot pada WordTracker Keywords Tool nggak efektif, masih lebih efektif cara pemula yang diajarkan oleh Guru SEO saya di buku terbarunya yang segera rilis (dapat bocoran duluan nih ceritanya)