Kuantitas atau Kualitas?

Image representing Google as depicted in Crunc...
Image via CrunchBase

Pertanyaan ini muncul saat saya sedang blogwalking dan mendapati bahwa banyak postingan di blog-blog yang saya kunjungi ternyata belum update-update dari kemarin-kemarin. Bukan apa-apa sih, saya udah telanjur aktif mengunjungi blog mereka sampai-sampai habis bahan bacaan untuk dijadikan bahan blog :D

Khususnya untuk Anda yang memulai bisnis online dengan memilih jalur blog monetizing, tentunya memiliki pemikiran sendiri akan kualitas maupun kuantitas posting blog Anda. Dalam menulis posting blog, apakah Anda menunggu inspirasi datang (seperti halnya menulis cerpen atau karangan bebas) atau menulis apa yang pertama kali terlintas di benak Anda?

Bila Anda memilih yang pertama, mungkin Anda penganut aliran perfectionist yang ingin kualitas posting blog Anda sempurna. Toh posting yang berkualitas akan mendapatkan traffic yang stabil dalam jangka waktu yang lama.

Sebaliknya, bila Anda memilih untuk menulis apa saja yang muncul pada benak Anda, mungkin Anda penganut aliran impulsif yang menggunakan jurus SEO tangan gatal. Posting banyak, traffic banyak. Ini sebagai basis mindset Anda.

Kalau saya, lebih suka memilih jalan tengah. Saya penganut aliran Hybrid SEO yang matre. Saya lebih suka membiarkan orang lain yang memilih apa postingan saya selanjutnya.

Pertama saya akan mencari keyword apa yang banyak dicari orang di blog saya dengan memakai analytics tool dan statistik. Ini mungkin yang makan waktu banyak, karena saya berprinsip kalau nggak ada yang mencari, kenapa harus bikin posting tersebut? Buang-buang waktu saja. Biaya internet mahal dan saya belum kaya seperti mereka-mereka yang telah menggurita bisnis onlinenya wkwkwk. Nah, kalau ini buntu, baru saya konsultasi ke mbah Google, bisa lewat Adwords keyword tool atau tool-tool gratis (dan bayar) lainnya dan menganalisa persaingan. Rugi kalau posting saya nggak bisa bersaing dengan yang lain di SERP. Lemah itu namanya. Nah, kalau yang ini masih buntu juga, ya akhirnya saya posting ala kadarnya ala curhat bisnis di blog saya. Itung-itung nambah postingan, banyak posting banyak rejeki. Toh saya amphibi hehehe.

Kedua, setelah saya mendapatkan material yang cukup, segera saya posting secepat mungkin. Saya nggak terlalu ngurus kualitas, yang penting saya tulis apa yang saya dapatkan dan posting sesuai dengan apa yang saya ketahui. Itu udah cukup. Kalau kualitas buruk, nanti kan bisa jadi bagus lama-lama. Jangan mau terganjal nggak posting gara-gara ingin postingan yang berkualitas.

Pesan Moral: Kalau terlalu perfectionist, nggak ngeblog-ngeblog. Posting saja apa yang Anda tau dan dicari orang (lah kalo nggak ada trafficnya, monetize-nya gimana?)

Don’t wait until it’s perfect, there is no such thing. quality will get better over time. Just do it.

Posting Menarik Lainnya:

  1. Analisa Keyword dengan 103Bees – Intro
  2. Bounce Rate adalah Salah Satu Faktor SEO
  3. Sandbox adalah Istilah yang Menyebalkan
  4. Duluan Mana? Telur atau Ayam?
  5. Laporan Riset Keyword dengan NicheBot – WordTracker Keywords Tool
  6. Kembali ke Sekolah
  7. Jebakan Tikus Search Engine
  8. Kematian Scraper – Google dan AJAX SERP
  9. Poligami dan Poliandri dalam Islam
  10. Backlink Check dengan LinkScape

12 Responses to “Kuantitas atau Kualitas?”

  1. menurut saya dua-duanya penting mas

  2. Kafe Blogger says:

    Kalau buat saya, postingan yang banyak dan sedikit itu tergantung moody aja… efeknya juga sama… asal bener2 di posting sesuai anjuran SEO dari mbah google… ada h1 h2 h3 dan punya keyword density kisaran 3-5% saya rasa cukup :)

  3. jemmy says:

    @kafe blogger: setuju mas, SEO minded itu perlu :)

  4. bayu mukti says:

    pokoknya guasakkk mas jemmy :P

  5. zams says:

    setuju mas.. karena tidak ada yang sempurna di dunia ini.. keep posting aja..

  6. jemmy says:

    @zams: yeah right, makasih mas :)

  7. jemmy says:

    @bayumukti: pantang mundur mas :D

  8. shiro says:

    STT akan memberitahu segalanya.. hahaha.. Long tail dapat dari STT.. kurang bermutu seh trafiknya, tapi jika yang ditembak longtailnya,, bisa bermutu juga kok..

  9. jemmy says:

    @shiro: wah gak nyambung sama postingane mas :P

  10. emerzet says:

    ..wah..kalo saya mas lebih suka yang pertama..tapi kadang jadi mikir..kapan ‘rame’ nya blog kita punya kalo mesti harus ‘perfecto’..apalagi kalo tipe orang yang nunggu..ntar..besok..ntar..besok..

    ..he..he..bikin to do list dulu deh..kelamaan….(memberi semangat pada diri sendiri)

  11. jemmy says:

    @emerzet: kuantitas dulu, kualitas ntar bisa bagus lama-lama seiring waktu mas…pengalaman aja

  12. iwankus says:

    salam kenal mas jemmy. menurutku dua-duanya penting. masalahnya postinganku sendiri masih amburadul. info di blog anda sangat bermanfaat. trims.

Leave a Reply