Kematian SEO Sudah Dekat, Sambutlah Verticalization

Kematian SEORamalan mengenai kematian SEO sudah dekat memang sudah lama dibahas, dan satu per satu mulai menampakkan hasilnya. Penggantinya adalah Verticalization. Bagi yang belum tau istilah aneh ini, coba deh simak video tentang masa depan SEO disini.

Kalo masih belum mudeng tentang istilah tersebut, coba deh baca komentar Dr. Pete tentang restoran,

Let’s say my wife and I are walking around some part of the city we don’t know well and suddenly feel like pizza for lunch. Are we going to call information or go hunting for a browser? No – we’re going to turn on our iPhones, pull up the Google Maps app and type in “pizza”, to see what’s close to us. Even though it’s a Google app, this data is almost completely local, and the actual localization matters much more than SEO quality (some of the sites could be terrible and rank poorly for “Chicago pizza”).

Hmm, Google rupanya udah melihat ancaman ini jauh sebelumnya dengan mengeluarkan OS Android dan berusaha menguasai pasar mobile dengan OS ini, dengan harapan juga mendapatkan porsi pasar akibat Verticalization ini.

Masa depan SEO akan lebih condong ke arah marketing offline, tidak terlalu teknis dan berdasarkan standar best practice.

Dua faktor penting yang tidak pernah berubah adalah Usability dan Content. Pentingnya konten yang unik memang selalu menjadi acuan best practice dalam setiap perubahan algoritma SE. Selain itu, verticalization akan mempersulit webmaster yang cenderung menjadikan situsnya general, all-around, jack of all trades. Dalam artian, spesialis website akan memenangkan pertarungan SEO.

Rasanya saya perlu menambahkan perkembangan search engine berikutnya, yaitu real-time search seperti halnya Twitter. Buzz akan menjadi poin yang paling penting disamping SEO, dan sandbox akan menjadi isu yang selalu dihadapi oleh webmaster. Jangan kaget kalo sekarang website Anda mengalami sandbox berkali-kali gara-gara update SERP Google yang mengevaluasi seluruh relevansi website yang ada dalam waktu yang sangat dekat (yang mengharuskan Anda memodifikasi website Anda menjadi whitehat, hayooo yang suka pake cara blackhat dan cara traffic instan, hati-hati).

Saya bisa simpulkan, bahwa keseluruhan topik tentang masa depan SEO ini makin membuat praktisi online marketing AKAN kembali menerapkan marketing tradisional, dengan menyebarkan buzz tanpa SEO.

Apakah kita harus mengucapkan selamat tinggal pada traffic murah? Hmm, kita lihat saja kelanjutannya.

Posting Menarik Lainnya:

  1. SEO Sudah Mati, Saatnya Anda Berpartisipasi di Social Media
  2. Google Local Search Update – Domain .Com Tidak Lagi Berjaya?
  3. Kematian Scraper – Google dan AJAX SERP
  4. Yahoo! + Bing = YaBING!
  5. Site Speed = Kematian Hosting Murah?
  6. Ironi Bom Jakarta di Google Trends
  7. SEO Sudah Mati? Waktunya Menjadi Publisher PPC
  8. WordPress Update, Kematian Bagi Plugin Lawas

9 Responses to “Kematian SEO Sudah Dekat, Sambutlah Verticalization”

  1. Rahmat says:

    Serem amat bos, cerita na? moga2 masih lama :( (

  2. ADAbisnis says:

    Bener2 serem… baru juga belajar SEO kok kini malah sudah mau kiamat.

  3. jemmy says:

    @adabisnis: namanya juga teknologi, pasti berkembang :D

  4. Volvo Cars says:

    Wah iya nih, masih belum selesai nih bab SEO dibaca, mudah2an saja masih lama :)

  5. jemmy says:

    @volvo: udah mulai kok mas :D

  6. blogwalking :)
    wah beneran nie mas jemmy ?
    padahal saya baru saya jadi newbie di bisnis online ini
    dan teman2 merekomendasikan untuk menggunakan SEO

    thanks ya infonya :)

  7. denny says:

    baru mikir mau nyari ebook SEO buat belajar, eh uda ada istilah Verticalization.. Tambah lagi dah yg harus dipelajari..:D
    internet oh Internet..:p

  8. [...] optimasi untuk banyak search engine, hanya YaBING! dan Google saja. Jangan lupakan faktor verticalization yang udah mulai diterapkan Google dan Bing dalam hasil pencariannya. Sebarkan artikel [...]

  9. [...] akan berjaya di kancah internasional karena Google mulai mengaplikasikan relevansi local search dan verticalization. Matt Cutts, pujangga (atau selebritis ya) Google sendiri sudah menjajal di google.co.uk (pilot [...]

Leave a Reply