Keberuntungan

keberuntungan

Keberuntungan, tidak seringkali terjadi dan ketika terjadi seringkali kita menyia-nyiakannya karena kita lebih percaya pada faktor internal yang bisa dikontrol daripada faktor eksternal yang diluar kontrol kita yang justru berperan lebih besar ketimbang faktor internal.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa keberuntungan adalah peluang yang bertemu dengan persiapan. Walau sebagian adalah benar, tapi persiapan yang baik tidak akan selalu bertemu dengan keberuntungan, karenanya keberuntungan justru ada diluar persamaan, bukan yang menjadi hasil dari persamaan atau di dalam persamaan.

Manusia seringkali mematematikasisasi semuanya, dengan tujuan memiliki ilusi atas apa yang dilakukannya adalah didalam kontrol. Kita sangat takut bila terjadi hal-hal yang diluar kontrol kita, karena kita nggak suka misteri, nggak suka surprise dan ketiba-tibaan yang terjadi. Padahal yang terjadi di dunia ini adalah kebanyakan terjadi begitu saja, tidak perlu dipikirkan sebabnya melainkan hanya dijalani saja apa-adanya. Kita nggak ingin menerima hal itu, tapi justru mencari penjelasan, walau sekonyol apapun dan aneh dan mistis, tetapi itu lebih baik daripada mempercayai bahwa ketidakpastian adalah nyata dan abadi.

Itulah ilusi kontrol.

Ilusi kontrol adalah dimana kita membayangkan memiliki kontrol atas segala sesuatunya, tapi yang sebenarnya terjadi adalah kita tidak memiliki kontrol atas apa-apa, kita hanyalah punya kontrol pada pemikiran kita, bagaimana kita berpikir, tapi tindakan nyata, sebagian besar adalah diluar kontrol kita.

Karena kalau kita membanding-bandingkan rejeki kita dengan orang lain hanya dengan faktor ikhtiar saja, yang akan ada adalah perasaan inferior, merasa lebih rendah ketimbang orang lain.

Tidak selalu orang yang bekerja keras akan mendapatkan rejeki yang lebih baik ketimbang orang yang bermalas-malasan.

Di Internet Marekting Anda akan menjumpai banyak orang yang bermalas-malasan, tapi punya earning yang lebih dari cukup untuk menghidupi keluarganya.

Ada alasannya kenapa ada orang yang tidak beruntung, menjadi miskin dan yang lebih beruntung menjadi kaya. Bukan faktor kemalasan, tapi ada kalanya keberuntungan memang lagi tidak memihak padanya.

Rejeki, itu masalah keberuntungan…masalah ghaib.

Kita tidak tahu dimana ikan berada karena selalu berpindah-pindah tempat dengan berenang, kita cuma bisa berikhtiar dengan meletakkan pancing dan berdoa semoga ikan terpancing dengan kail yang kita siapkan.

Ketika kita bisa memahami hal keberuntungan ini, tidak akan ada cibiran, sindiran, makian atau bahkan memandang rendah orang yang tidak lebih beruntung dari kita.

Posting Menarik Lainnya:

  1. Lorenzo vs Rossi
  2. Expect the Unexpected
  3. Hujan Tidak Pernah Salah

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.