Hujan Tidak Pernah Salah

hujan-tidak-pernah-salah

Kenapa hujan tidak pernah salah? Kenapa kita tidak pernah menyalahkan hujan? Mungkin karena kita sudah terkondisi sejak jaman batu emang tidak pernah menganggap hujan adalah suatu bencana. Titik-titik air yang menghiasi bumi ini awalnya adalah yang membuat hidup. Hidup berasal dari air, tentu saja kita secara alamiah akan selalu menghargai air. Air sebagai air minum, mencuci, memasak, mandi, dan lain sebagainya. Kita sudah menganggap bahwa air adalah sahabat, kekasih kita karenanya kita tidak pernah menyalahkan hujan apabila datang banjir, tanah longsor, baju yang nggak kering-kering, talang bocor, atau bahkan tsunami sekalipun.

Kita bahkan menganggap hujan adalah nikmat. Begitulah cinta, deritanya tiada akhir tapi tetep nikmat untuk dijalani.

Hal ini selaras dengan apa yang diajarkan oleh Marcus Aurelius, kaisar Romawi yang menghabiskan waktu dengan berperang yang tiada habis-habisnya. Di kamp-kamp perang tersebut beliau menghasilkan karya, yang menyatakan bahwa kita harus mengharapkan penderitaan. Pengharapan penderitaan ini diperlukan agar kita tidak lagi menganggap bahwa kita tidak mampu mengatasi kejamnya dunia. Bila kejamnya dunia terbayangkan, maka kita akan bisa melewatinya dengan mudah. Apakah ini berarti kita harus aktif menderita? Tentu saja sejatinya adalah kita adalah selalu menjalani penderitaan.

Mengharapkan penderitaan, lebih baik daripada mengharapkan kesuksesan. Karena Harapan, adalah racun, yang mematikan. Ini karena harapan akan menempatkan kita ke tangga yang lebih tinggi dan untuk kemudian menghempaskan tubuh kita ke tanah dengan cepat. Harapan, lebih baik adalah lebih kecil daripada kenyataan. Dengan begitu kita akan mendapatkan kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah perbedaan antara ekspektasi atau harapan dan kenyataan. Untuk memanipulasinya kita tinggal mengganti sisi kiri atau sisi kanan, yaitu harapan atau kenyataan. Jelas kita tidak bisa mengubah kenyataan, tapi kita bisa mengubah harapan kita.

Sebenernya, menurut saya pribadi…untuk meningkatkan performa kita, kita harus mengharapkan lebih, tapi juga mengharapkan yang terburuk karena kita sudah berusaha secara maksimal. Mengharapkan lebih akan menempatkan kita ke posisi yang lebih superior daripada yang sebelumnya, dimana kita terlalu kecil pengharapan kita.

Balik lagi ke hujan, karena sekarang sudah waktunya musim hujan, siap-siap bawa payung.

Mendung tidak berarti hujan, tapi kalau sudah musim hujan, siap-siap aja terus setiap hari. Kita selalu mengharapkan hujan, hanya orang yang tidak mengharapkan hujan tidak siap dengan payung atau jas hujan saat berkendara dengan motor. Dengan mobil, juga sama. Cuci terus mobil setiap kena hujan biar tetep kinclong dan bau wangi.

Selaamat malam minggu gaes.

Posting Menarik Lainnya:

  1. Lorenzo vs Rossi
  2. Expect the Unexpected

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.