Haters Gonna Hate

haters gonna hateDi Sosial Media, seringkali kita akan melihat dan membaca ekspresi “Haters Gonna Hate” – Anda juga akan seringkali melihat orang-orang yang memberikan komentar ini dengan menyelipkan meme atau gambar yang bergerak, atau bahkan posting lagu Taylor Swift dengan judul Shake it Off.

Taylor Swift memang terkenal sebagai artis sensasional yang membius banyak kawula muda dengan lagu-lagunya yang seolah keluar dari norma sosial dan membuatnya dibenci banyak orang. Walau demikian, dia berhasil mengubah kebencian tersebut menjadi mesin uang dan menjadi salah satu penyanyi yang paling digemari di seluruh dunia.

Haters Gonna Hate

Frase Haters Gonna Hate adalah ungkapan mengenai individualis yang juga berarti, saya tidak akan mengindahkan komentar apapun yang menjatuhkan. Ekspresi ini seringkali digunakan ketika seseorang melakukan aksi individualistis yang menyatakan bahwa dirinya tidak peduli apa kata orang.

Sukses Dengan Kebencian

Bisakah sukses dengan kebencian? Sangat bisa donk…

Menurut filsuf Rene Descartes, Hatred atau kebencian adalah salah satu emosi yang merupakan passion yang digunakan orang untuk mencapai tujuan hidupnya. Sebenernya tidak terlalu mudah untuk mengubah kebencian menjadi mesin uap motivasi untuk menjalankan tujuan kita, karena efek negatif seringkali tidak disukai oleh norma-norma sosial yang lebih mengutamakan positif.

Berpikir positif seringkali menjadi candu di setiap aspek kehidupan, seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja walaupun kenyataannya berbalik 180 derajat dengan apa yang diharapkan. Kebencian, seringkali diasosiasikan dengan energi negatif bagi sebagian orang, sehingga apapun caranya harus dihindari.

Namun, pada dasarnya tidak ada yang salah dengan kebencian. Karena itu adalah salah satu emosi yang kita punya, hanya orang seringkali tidak mengerti cara mengubah kebencian menjadi kesuksesan tersebut dikarenakan kita selalu diajarkan untuk membenci kebencian itu sendiri.

Cara untuk mengubah kebencian menjadi kesuksesan adalah…tergantung dari input orang lain. Bila orang lain mengejek, menghina, dan mengatakan bahwa kita tidak mampu mengerjakan sesuatu, kita perkuat emosi tersebut untuk membuktikan bahwa mereka adalah salah. Salah dan benar disini adalah relatif, subjektif, sehingga kita harusnya bisa memanipulasi emosi tersebut menjadi kekuatan yang lebih dahsyat ketimbang emosi yang berlawanan, yaitu cinta.

Jelas donk kita tidak akan mencintai orang yang mengejek, menghina dan mengatakan kita tidak mampu. Sangat sulit untuk mencintai orang yang mengatakan demikian, kecuali keluarga, teman dan saudara terdekat kita. Karenanya untuk membuat emosi ini menjadi sukses, maka gunakan orang lain, sebisa mungkin adalah ornag yang paling kita benci.

Benci adalah emosi, kenapa harus melabeli benci seolah benci adalah sesuatu yang jahat dan tidak berguna? Haters gonna hate. Itu adalah pasti, takdir akan berkata lain bila kita dapat menggunakannya untuk kekuatan kita.

Nggak ada yang menarik.

Leave a Reply