Eksistensialisme

Guru
Guru (via last.fm)

Terinspirasi oleh artikel yang dibuat oleh Guru SEO saya tentang inovasi, saya bercermin kepada diri saya sendiri mengenai problem eksistensialisme yang melanda diri, khususnya setelah saya secara sengaja ‘nyemplung‘ dan memulai bisnis online dari blog monetizing.

Berikut adalah definisi eksistensialism dari Wikipedia:

Eksistensialisme adalah aliran filsafat yg pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

Untuk newbie khususnya, saya belajar mulai dari basic knowledge seperti keyword research, hosting, domain, sampai dengan coding template di WordPress. Akhirnya, pengetahuan itu membuahkan hasil, atau meminjam istilah dari Mas Cosa yaitu eksistensi. Dari sisi blog monetizing, ini adalah ketika Anda mendapatkan traffic dari search engine (bila Anda mendapatkan traffic dari SEO) atau dari media promosi lainnya dan mendapatkan benefit dari sana (bisa dalam bentuk uang atau kepuasan).

Setelah eksistensi, berikutnya akan ada kompetisi. Bisa jadi kompetisi ini merupakan kompetisi yang telah Anda sadari maupun tidak (phantom). Dengan adanya kompetisi, mau tidak mau kita harus memutuskan apa yang terbaik untuk diri Anda, karena kompetitor tidak tinggal diam. Mereka akan menyadari keberadaan Anda dan berusaha agar pasar yang telah Anda bentuk berpindah atau bahkan merusaknya.

Disinilah eksistensialisme kita diuji.

Apakah Anda akan membuat pilihan atas dasar keinginan Anda sendiri dan sadar akan memikul tanggung jawabnya dimasa depan atau tidak. Bila jawaban Anda tidak, sebaiknya Anda mundur dan tidak meneruskan perjuangan Anda.

Pengujian eksistensialisme Anda dalam bisnis online akan timbul dalam berbagai bentuk, dan Anda dituntut untuk bertindak cerdas dan efisien. Jangan sampai patah semangat hanya karena kegagalan atau apa yang orang lain sebagai kegagalan. Pegang terus prinsip Anda.

There is no absolute good nor absolute evil

Posting Menarik Lainnya:

  1. Budgeting Untuk Bisnis Baru
  2. 3 Kunci Eksistensi Website

4 Responses to “Eksistensialisme”

  1. bayu mukti says:

    dalam menuju kesuksesan memang harus melewati beberapa kali kegagalan-kegagalan yang harus kita lalui mas jemmy :D semangatttt

  2. konconebudi says:

    petromaks.. selamat bereksistensi.. jangan lupa.. inovasinya juga

  3. jemmy says:

    @konconebudi: masih dalam tahap kompetisi nih mas, nyari-nyari inovasi yang sekiranya cocok dengan kondisi saat ini wkwkwk

  4. jemmy says:

    @bayumukti: makasih mas, banyak halangan menuju kesuksesan…yang penting tidak menyerah!

Leave a Reply