Te Aja

te-aja

Ada kejadian lucu saat saya menginap di salah satu hotel bintang 5. Seperti kebanyakan hotel bintang 5, banyak bule lalu lalang di tempat. Saat breakfast pun begitu, nggak luput dengan variasi bule dengan omongan nggremeng bahasa Inggrisnya. Salah satu bule yang duduk sendirian, menikmati hidangan makan paginya sambil scroll-scroll FB di ipadnya tiba-tiba didatengin sama salah satu pelayan yang job descriptionnya membawakan teh dan kopi untuk pelanggan.

Pelayan: Would you like tea or coffee sir?
Bule: Te aja
Pelayan: *diem trus ngacir*
Bule: *sampe abis makannya belum dikasih-kasih minum*
Pelayan: *balik lagi* black coffee sir?
Bule: Tea, please
Pelayan: OK black coffee *ngacir lagi*
Bule: ???

Spontan ngakak saya! Gimana nggak, pelayan geblek bener…mungkin klo tanya temennya bisa dijitak kepalanya tuh. Akibat keminggris, pelayan bingung apaan “te aja” sama “ti plis”

Mungkin dipikirnya slank bahasa Inggris model baru.

Enlightened Hedonism

On-the-corner-of-Pleasure-St-and-Pain-AveEnlightened Hedonism adalah filosofi hidup yang memaksimalkan kesenangan jangka panjang dan menghindari penderitaan, seringkali menggunakan topeng agama…dimana agama dijadikan topeng untuk menutupi kecintaannya kepada materi. Bedakan dengan Unlightened Hedonism, yang secara basic memaksimalkan kesenangan jangka pendek. Itulah bedanya kenapa orang yang menganut paham Unlightened Hedonism lebih suka berfoya-foya dan ujungnya berakhir menjadi pemakai narkoba, atau masuk penjara.

Enlightened Hedonism, dilain pihak kalau dalam bahasa Inggrisnya…

Read moreEnlightened Hedonism

Mitos Meritocracy

meritocracy

Meritocracy adalah sebuah sistem sosial dimana masyarakatnya bisa pindah-pindah status sosial dengan bebas…adalah impian dari banyak orang.

Dengan sistem ini, kesuksesan didefinisikan sebagai usaha + skill, hanya itu saja yang berperan. Bila kita bekerja cukup keras, maka kita bisa meraih kesuksesan. Yang malas bekerja, maka nggak akan sukses.

Terdengar bagus bukan?

Read moreMitos Meritocracy