Enlightened Hedonism

On-the-corner-of-Pleasure-St-and-Pain-AveEnlightened Hedonism adalah filosofi hidup yang memaksimalkan kesenangan jangka panjang dan menghindari penderitaan, seringkali menggunakan topeng agama…dimana agama dijadikan topeng untuk menutupi kecintaannya kepada materi. Bedakan dengan Unlightened Hedonism, yang secara basic memaksimalkan kesenangan jangka pendek. Itulah bedanya kenapa orang yang menganut paham Unlightened Hedonism lebih suka berfoya-foya dan ujungnya berakhir menjadi pemakai narkoba, atau masuk penjara.

Enlightened Hedonism, dilain pihak kalau dalam bahasa Inggrisnya…

Mitos Meritocracy

meritocracy

Meritocracy adalah sebuah sistem sosial dimana masyarakatnya bisa pindah-pindah status sosial dengan bebas…adalah impian dari banyak orang.

Dengan sistem ini, kesuksesan didefinisikan sebagai usaha + skill, hanya itu saja yang berperan. Bila kita bekerja cukup keras, maka kita bisa meraih kesuksesan. Yang malas bekerja, maka nggak akan sukses.

Terdengar bagus bukan?

Keberuntungan

keberuntungan

Keberuntungan, tidak seringkali terjadi dan ketika terjadi seringkali kita menyia-nyiakannya karena kita lebih percaya pada faktor internal yang bisa dikontrol daripada faktor eksternal yang diluar kontrol kita yang justru berperan lebih besar ketimbang faktor internal.

Hujan Tidak Pernah Salah

hujan-tidak-pernah-salah

Kenapa hujan tidak pernah salah? Kenapa kita tidak pernah menyalahkan hujan? Mungkin karena kita sudah terkondisi sejak jaman batu emang tidak pernah menganggap hujan adalah suatu bencana. Titik-titik air yang menghiasi bumi ini awalnya adalah yang membuat hidup. Hidup berasal dari air, tentu saja kita secara alamiah akan selalu menghargai air. Air sebagai air minum, mencuci, memasak, mandi, dan lain sebagainya. Kita sudah menganggap bahwa air adalah sahabat, kekasih kita karenanya kita tidak pernah menyalahkan hujan apabila datang banjir, tanah longsor, baju yang nggak kering-kering, talang bocor, atau bahkan tsunami sekalipun.

Lorenzo vs Rossi

lorenzo-vs-rossi

Banyak orang yang mengagumi satu atau dua dari pembalap ini: Lorenzo vs Rossi. Sudah tidak bisa disangkal lagi bahwa Lorenzo yang menang, dan Rossi kalah. Walau di posisi 1 dan 2, tetap saja klo no 1 dinamai pemenang, dan no 2 dinamai pecundang. Tidak ada yang terlahir sebagai pecundang, karenanya kalau sampai ikut balapan, maka label itu akan ada. Di bisnis, tidaklah sama dengan balapan, walau seringkali orang suka membandingkan antara bisnis dengan sport.